JS Awetive - шаблон joomla Joomla

Unihaz Melalui Kukerta Dukung Program Prioritas Gubernur Bengkulu

UNIHAZ BENGKULU – Strategi pengentasan kemiskinan di Provinsi Bengkulu sejauh ini terus mendapat dukungan dari seluruh elemen seperti dari pihak Akademisi, dengan memberikan sumbang saran dan gagasan. Kali ini hal tersebut dilaksanakan Universitas Prof. Hazairin (Unihaz) Bengkulu, Seminar Nasiolan Pengentasan Kemiskinan dengan tema “Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Desa, Pesisir dan Pinggiran Kota, di Aula Rektorat Unihaz Bengkulu, Rabu (12/09/2018). Kegiatan Seminar dibuka langsung oleh Rektor Unihaz Dr. Ir. Yulfiperius, M.Si.

Seminar Nasional Pengentasan Kemiskinan ini diikuti oleh 200 peserta dari dosen, peneliti, mahasiswa dan para pakar dari instansi terkait yang berasal dari 5 Provinsi, yaitu Bengkulu, Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.

Seminar Nasional ini juga menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA selaku Plt. Gubernur Provinsi Bengkulu, Prof. M Syukur dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Yuan De Gama selaku Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu.

Rektor Unihaz Dr. Ir. Yulfiperius, M.Si mengatakan, apa yang digagas Gubernur Bengkulu yang terangkum dalam Program Prioritas akan terus kami didukung. Melalui kegiatan ekstensi dan sosialisasi-sosialisasi melalui Program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) ke setiap Kabupaten. Selanjutnya Rektor Menyampaikan “Selain dengan Seminar Nasional kami juga akan terus mendukung Program Gubernur melalui peserta Kukerta. Ketika kami menerjunkan anak-anak kami ke desa-desa, tentu akan menggecarkan sosialisasi Program Provinsi Bengkulu ini untuk kemajuan Bengkulu dan Indonesia secara umum”.

Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA selaku Plt. Gubernur Provinsi Bengkulu mengungkapkan tentang angka kemiskinan di Bengkulu. “Ukuran perkapita kurang dari 300K itu termasuk kemiskinan. Angka kemiskinan di Bengkulu yang paling rendah di Bengkulu Tengah senilai 8%. Saya ingin menyelesaikan angka kemiskinan yang ada di Bengkulu karena sebenarnya Bengkulu bisa menjadi pengendali. Mari kita membangun provinsi Bengkulu cerdas, sehat, berbudaya dan bersih,” tandasnya

Plt. Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA mengungkapkan, Pengentasan Kemiskinan dan Peretasan Ketertinggalan yang merupakan bagian dari Program Prioritas Gubernur Bengkulu, hingga saat ini dalam setiap tahunnya telah memberikan hasil signifikan dalam hal pelaksanaannya, melalui kegiatan-kegiatan dari seluruh OPD teknis terkait.

Strategi lain yang digencarkan yaitu dengan pembukaan jalur transportasi darat yang akan membuka akses masuk dan keluar ke Bengkulu. Seperti pembukaan jalur perbatasan Bengkulu-Jambi dan Bengkulu-Sumsel.

“Maka yang paling tepat dilakukan untuk menekan angka kemiskinan di Bengkulu, salah satunya membuka akses (konektifitas) dengan beberapa provinsi tetangga. Selain optimalisasi pembangunan infrastruktur dasar jalan dan jembatan di desa-desa,” terang Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam paparannya selaku Keynote Speaker.

Selanjutnya, dipaparkan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, untuk terus menekan angka kemiskinan ini, Program Prioritas Gubernur Bengkulu lainnya, seperti Pengembangan Infrastruktur Strategis dan Industrialisasi juga terus digencarkan. Pengembangan Pelabuhan Pulau Baai menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Bandara Fatmawati Soekarno.

“ini akan kita gol-kan di akhir tahun ini. Kalau pelabuhan ini berfungsi secara optimal, maka tidak hanya menekan angka kemiskinan Bengkulu, tetapi juga akan menjadi faktor penyumbang menekan angka inflasi regional Sumatera,” jelasnya.

Contact us

Universitas Prof. DR. Hazairin SH.
Kampus I
Jalan Jendral Ahmad Yani No 1 Bengkulu - 38115
Telp/Faks. 0736 20956

Kampus II
Jalan Jendral Sudirman No 185 Bengkulu - 38117
Telp. 0736 344918, Faks. 0736 20956

JoomShaper